"Haduh,
jawabnya gitu....." kata Mas Gun. "kalau mau wawancara di perusahaan
yang bonafit ya musti belajar dulu tips & triknya, jangan sampai
kita terjebak di pertanyaan-pertanyaan yang kederangannya sepele tapi
saat menentukan kelulusan". Benar juga kata mas Gun, dalam menghadapi
tes wawancara atau Interview kita harus belajar dan berusaha kemana arah
dari pertanyaan pewancara. Dari tes wawancara tersebut, pewawancara
bisa mengetahui potensi yang ada pada diri seorang pelamar kerja. Banyak
pelamar yang gagal disaat tes wawancara karna tidak smart dan taktis
dalam menjawab pertanyaan. Karna itu, marilah kita belajar tips &
trik dalam menghadapi tes wawancara agar bisa dengan santai
menjalaninya.

Erina
Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali
ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran
seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar.
“Pengalaman
menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa
pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara
menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau
“Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya
dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri. “Saya
merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan
tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar
sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir
konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri
sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini
jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya
menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan
perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.
Pertanyaan-Pertanyaan Sulit Yang Saat Tes Wawancara (Interview)
Sudah
bukan rahasia lagi kalau interview atau wawancara pekerjaan merupakan
hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan.
Karena itu, tentu Anda tahu bahwa Anda harus mempersiapkan diri Anda
seprima mungkin, baik fisik dan mental. Ketok kali ini akan memberi
Anda tips untuk menghadapi delapan belas pertanyaan yang paling umum
dan tersulit dalam sebuah wawancara pekerjaan.
1. Beritahukan kami tentang diri Anda?
Biasanya
ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan
terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab
empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan
pengalaman karir terakhir.
2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Ketika
pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk
atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget,
permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan
filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa
Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun
jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut,
tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan
tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti “Saya tahu
perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini”.
Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.
3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?
Sebutkan
prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan
kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan
sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan
prioritas, mengidentifikasi masalah, dan
4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?Sebutkan
tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil
dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.
5. Mengapa kami harus merekrut Anda?
Pertanyaan
ini saam seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja
kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.
6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?Berikan
jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi.
Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan
dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan
pribadi.
7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?
Berikan
jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban.
Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.
8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?
Beri
jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda
akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama,
Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti
organisasi perusahaan dan kebutuhannya.
9. Berapa lama Anda akan bersama kami?Beritahukan
pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut
namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.
10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?
Ini
pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun
percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah
menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat
dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.
11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?
Anda
sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas
termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu
diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu
Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal
masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.
12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?
Beritahu
pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik.
Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan
pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih
mementingkan kestabilan keuangan.
13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?
Berhati-hatilah
dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif.
Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak
sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan
sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda
berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.
14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?
Ini
juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin
jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan
merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa
yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.
15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?
Lagi-lagi
ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa
inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut.
Jangan bersikap defensif.
16. Berapa gaji yang Anda minta?Ini
pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka
kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada
pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi
pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan
mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda
pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan
pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.
Untuk pertanyaan ini ada beberapa variasi, seperti :
Jika perusahaan tersebut menawarkan gaji untuk Anda tapi Anda sama sekali tidak tertarik dengan gaji yang ditawarkan.
Yang harus anda katakan, “Terimakasih atas tawaran Bapak/Ibu untuk
bergabung dengan perusahaan ini. Saya sangat tertarik untuk
mengaplikasikan yang telah saya pelajari selama kuliah di perusahaan
ini. Namun ada beberapa perusahaan lain yang juga memberikan tawaran
kepada saya, untuk posisi yang sama dan gaji yang lebih tinggi. Tentu
saja, uang bukan faktor penentu utama, saya juga mempertimbangkan
faktor-faktor lain seperti training, jenjang karir,dan sebagainya. Jika pewawancara hanya menanyakan gaji tanpa menyebutkan nilai nominalnya,
yang harus anda katakan, “Saya siap untuk menerima penawaran terbaik
dari perusahaan ini. Hal terpenting bagi saya adalah kesempatan untuk
bergabung di perusahaan ini, dan saya yakin gaji yang ditawarkan sangat
kompetitif.”
17. Apa target jangka panjang Anda?
Untuk
menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan
tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan
jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.
18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?
Berikan
jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban
yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang
suka membesar-besarkan sesuatu.
Semoga informasi ini
berguna dalam menghadapi dan menyelesaikan tes wawancara (interview)
dari perusahaan yang kita impikan selama ini....
Minggu, 11 November 2012
Tips & Trik Dalam Menghadapi Tes Wawancara (interview)
AUTHOR : Trialdi
Terimakasih, saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul Tips & Trik Dalam Menghadapi Tes Wawancara (interview), Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk anda. Jika anda menyukai arkel ini anda bisa mengikutinya melalui google+, Facebook, atau twitter.. Saya menyadari masih memiliki banyak kekurang dalam artikel ini. Silahkan sampaikan kritik dan saran melalui kotak komentar yang disediakan di bawah.. Diperkenankan untuk melakukan sharing dengan mencantumkan sumber, namun Dilarang keras melakukan Penjipkan karena web ini dimonitori oleh DMCA (Digital Milenium Copyright Act)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









:a
:b
:c
:d
:e
:f
:g
:h
:i
:j
:k
:l
:m
:n
:o
:p
:q
:r
:s
:t
0 komentar:
Posting Komentar