Berjalan maju dalam ketakutan..
meneguk habis pahit kenaifan..
Ketika merasa sampai di penghujung
dan kuresapi setiap masa lalu, terasa tak adalagi yang benar untuku
selain diam..
Meskipun takut dan juga pahit, Allah masih izinkan aku teguh.
Lalu esok?
apa akan tetap sama?
Seiring bumi berputar menghadap matahari dan bulan..
Saat itu sangat terik, mungkin pula hanya sebercak cahaya saat gelap,
hinggap dianapun itu tak pernah aku tau
Dimanakah takdirku?
bagaimmana prilaku dariku yag benar dalam hakiki bingkai kefanaan anusia..
mungkin inilah sisi kemanusiaanku..
Batas antara keinginanku, kemampuanku, dan kehenda tuhanku..
rasa takut tak dapat lagi kulawan itu seolah mengalir dalam darahku..
Aku tak mau menyakiti dan tak mau jadi tagungan.
Namun begitu sudah, jalanku yang kubuat, rindu selamanya mennjadi daging dalam momok kehidupanku..
pasti suatu saat nanti sesal akan kurasa menyesakan..
airmata dan darah aka kembali menetes..
Namu aku tak tau, dan tak lagi berdaya..
Tak ada guna aku menjerit dan meronta
hanya satu yang kurasa
Takut.
aku sendirian..
Aku khawatir tuhan menimpakan sisksa yang berat pada perbuatanku.
Lalu harus apalagi yang kulakukan kalau sudah begitu?
aku berjanjii berusaha teguh melaluinya..
Aku yang egois..
aku yang bodoh tiada bersyukur..
Dimanakah tuhan menmpakatkanku dalam rencana besarNya??
padahal tak mampu aku menggenapkan syaratNya
Kapan aku akan jujur, kuat, dan berani???
Mungkin aku akan terpental jauh kedunia yang tak kukenal..
namu kuperteguh gengamanku.. Tuhanku tau segalanya..
Selama aku tak mampu melakukan apapun selain bergantung padaNya..
takkan dibuangNya aku ke tempat yang paling hampa di duniaNya..
Ya beginilah aku berjalan maju berpeluh yakin dengan tujuan yang kugenggam.







Terimakasih, saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul 


:a
:b
:c
:d
:e
:f
:g
:h
:i
:j
:k
:l
:m
:n
:o
:p
:q
:r
:s
:t
0 komentar:
Posting Komentar