Kamis, 29 September 2016

Fragmen 4 Kebodohan Seorang Laki-laki

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Barangkali, ia lebih memilih menjadi bodoh semata-mata karena ketulusan pada sesuatu yang ia anggap cinta

- Yang menunggumu jangan sebut ia si peragu,
yang kalah oleh waktu.
ia akan tetap menunggu
meski ia pun tahu
waktu yang tepat
tak pernah mau singgah


- Yang mendengarkan dan bahagia
ia adalah pendengar setia
sehingga ia mengabaikan
setiap kesempatan
untuk mengungkapkan cinta.
hanya agar kamu tetap bercerita
dan ia tetap bahagia
meski ia tak lagi tahu
apa beda kebahagiaan
dan bunuh diri perlahan.

- Yang mencintaimu
yang mengatakan padamu
“aku mencintaimu”
dengan diam dan sunyi puisi
bukanlah dia, tapi  hatinya:
sebagian penting dari dirinya,
yang paling tulus dan jujur.

- Yang diam dan tak tahu harus berbuat apa
yang paling ia tahu
hanyalah ia mencintaimu
dan harus merelakanmu
mencintai dan memiliki lelaki lain.
memang, ia lebih memilih menjadi bodoh

AUTHOR : Trialdi

Terimakasih, saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul Fragmen 4 Kebodohan Seorang Laki-laki, Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan berguna untuk anda. Jika anda menyukai arkel ini anda bisa mengikutinya melalui google+, Facebook, atau twitter.. Saya menyadari masih memiliki banyak kekurang dalam artikel ini. Silahkan sampaikan kritik dan saran melalui kotak komentar yang disediakan di bawah.. Diperkenankan untuk melakukan sharing dengan mencantumkan sumber, namun Dilarang keras melakukan Penjipkan karena web ini dimonitori oleh DMCA (Digital Milenium Copyright Act)

Top-Read

Kode Smiley Untuk Komentar


:a :b :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :m :n :o :p :q :r :s :t

0 komentar:

Posting Komentar

 
CB Blogger