“Tak lama lagi aku akan menghadap Allah SWT. Namun, aku sama sekali tidak merasa menyesal karena aku meninggalkan pengganti spertimu. Jadilah engkau seorang pemimpin yang adil salih dan penyayang. Rentangkan perlindunganmu untuk seluruh rakyatmu, tanpa kecuali. Bekerjalah engkau untuk menyebarkan Islam karena sesungguhnya itu merupakan kewajiban para penguasa di muka bumi. Kedepankan kepentingan agama diatas kepentingan lain apapun. Janganlah kamu lemah dan lengah untuk terus menjalaninya. Janganlah sekali-kali engkau angkat jadi pegawaimu mereka yang tidak peduli dengan agama, yang tidak menjauhi dosa besar dan tenggelam dalam dosa. Jauhilah olehmu bid’ah yang merusak agama. Jauhi pula mereka yang menggodamu untuk memasukinya Lakukan perluasan setiap jengkal tanah islam dengan jihad. Lindungi harta Baitul Mal jangan sampai dihambur-hamburkan. Jangan sekali-kali tanganmu mengambil harta rakyatmu kecuali sesuai ketentuan Islam. Pastikan mereka yang lemah dan fakir mendapatkan jaminan kekuatan darimu dan berikanlah penghormatanmu untuk siapa yang memang berhak.”
“Ketahuilah sesungguhnya pada ulama adalah poros kekuatan di tengah tubuh negara maka muliakanlah mereka, semangati mereka. Bila ada dari mereka yang tinggal di tempat lain maka hadirkanlah dan hormatilah mereka, cukupilah keperluan mereka.”
“Berhati-hatilah, waspadalah jangan sampai engkau tertipu oleh harta benda maupun banyaknya tentara. Jangan sampai engkau jauhkan ahli syariat dari pintumu. Jangan sampai sekali-kali engkau melakukan suatu hal yang bertentangan dengan hukum islam karena sesungguhnya agama itulah tujuan kita, hidayah Allah adalah manhaj hidup kita dan oleh karena itulah kita dimenangkan.
“Ambilah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut yang kecil, lalu Allah memberi nikmat yang demikian besar ini maka berjalanlah seperti apa yang aku lakukan. Bekerjalah engkau untuk meninggikan agama Allah ini dan hormatilah ahlinya. Janganlah engkau hamburkan harta negara, berfoya-foya dan menggunakan melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab terbesar datangnya kehancuran.
-Muhammad Al-Fatih-
Siauw, F. 2013. Muhammad Al-Fatih 1453. Jakarta: Alfatih Press







Terimakasih, saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul 


:a
:b
:c
:d
:e
:f
:g
:h
:i
:j
:k
:l
:m
:n
:o
:p
:q
:r
:s
:t
0 komentar:
Posting Komentar