bahwa berdakwah itu bisa dengan "bertanya".
karna pertanyaan baik itu ada 3 perkara..
1. Saya ingin bertanya, karna saya Ingin mempelajari hal baru
2. Saya ingin bertanya, karna saya ingin mengukur sejauh mana kemampuan seseorang
3.
Saya ingin bertanya, akan ilmu yang sebenarnya sudah saya pahami,
dengan tujuan agar yang menjawab dan yang mendengar juga akan ikut
paham.
Sesungguhnya bertanya itu menunjukan kepedulian kita akan apa yang telah disampaikan, apalgi dalam kegiatan belajar mengajar. Untuk mendukung proses tranfer ilmu ini biasanya guru-guru cenderung menciptakan suasana belajar yang dapat memancing muridnya untuk rajin bertanya. baik dengan retorika atau memberi hadiah untuk pertanyaan terbaik yang di lontarkan dari murid-murid.
Namun hal ini merupakan hal yang tidak saya praktikan. Saya selalu menyampaikan pada peserta didik saya, bahwa saya tidak suka memuji peryanyaan itu bagus "BAGUS" terlebih kalau saya mengatakan, pertanyaan itu"JELEK".
Karna
sesunguhnya ketika seseorang bertanya dan pertanyaan itu kita nyatakan
"bagus", dengan harapan itu menjadi sebuah stimulus agar peserta didik
kembali bertanya.. malah yang ada berdampak kebalikan. Karena meski bertanya merupakan simbol dari kepedulian. Sejatinya tidak ada nilai(value) yang dapat diberikan pada suatu pertanyaan.
*saya memiliki sebuah pengalaman sebagai berikut:
Ketika
saya dalam suatu perkuliahan, seorang dosen memberikan kesempatan pada
mahasiswa untuk bertannya. Dan saya memiliki suatu pertanyaan begitupun
beberapa mahasiswa lainnya.
Ironis, teman saya yang bertanya sebelum
saya dipuji oleh dosen bahwa pertanyaan yang ia lontarkan adalah
pertanyaan "bagus" mendengar ultimatum dari dosen tersebut mental saya
menciut, dan saya merasa bahwa memang pertanyaan yang akan saya tanyakan
adalah pertanyaan yang terlalu dasar dan kurang berbobot.
singkat cerita, pada akhirnya saya tidak jadi bertanya.
ketika kita fahami, si A bertanya soal "perkalian", dan si B bertanya soal "pertambahan"..
ketika dilihat, dari bobot tentu pertanyaan si A lebih berbobot dari pada si B
pada kenyataannya kita tidak akan faham "perkalian" kalau tidak faham "pertambahan" terlebih dahulu..
maka dari itu sebenarnya, memuji bahwa "pertanyaan itu bagus" hanya membunuh perlahan peserta didik seperti B yang keilmuannya kurang.
tugas guru adalah mengajari pesertadidiknya sekurang apapun kemampuan dasarnya
maka dari itulah saya tidak memberi apresiasi pada peserta didik saya dengan memuji pertanyaan mereka "bagus". saya memberi apresiasi dengan berkata "Terimakasih atas pertanyaan anda, itu adalah suatu bukti bawha anda peduli dengan materi yang saya sampaikan" karna menurut saya itu lebih menjadi sebuah stimulus bagi pendengarnya..
Bagi
peserta didik saya perlu diketahui, Bahwa "saya tidak membutuhkan pertanyaan bagus karna sejatinya pertanyaan bagus hanya menyulitkan
saya untuk menjawab". "Saya butuh peserta didik saya bertanya apa yang dia ingin pahami dan apa yang ia tidak pahami". karna itulah sedikitnya fungsi saya sebagai murobi atau guru..
Fakta unik lain:
Ada dosen yang pernah menantang mahasiswanya dengan berkata "Ayo! kalian pokoknya harus tanya saya!, tanya saya hinga saya tidak bisa menjawab pertanyaan kalian!!".







Terimakasih, saat ini anda sedang membaca artikel yang berjudul 


:a
:b
:c
:d
:e
:f
:g
:h
:i
:j
:k
:l
:m
:n
:o
:p
:q
:r
:s
:t
0 komentar:
Posting Komentar